Pengumuman Peserta Terpilih Kelas 2026 Sekolah Pemikiran Perempuan
Salam harapan,
Selamat kepada para peserta yang terpilih mendapatkan beasiswa belajar di kelas Sekolah Pemikiran Perempuan 2026.
Tahun ini kami menerima 481 berkas lamaran dari berbagai wilayah di Nusantara dan diaspora Indonesia di berbagai negara. Jumlah ini sungguh tak berbeda jauh dari aplikasi yang kami terima terakhir kali pada tahun 2025. Komite seleksi terdiri dari 10 orang, termasuk di dalamnya pendiri, pengelola, dan komite kerja Sekolah Pemikiran Perempuan, yang bekerja secara intensif sejak tanggal 24 hingga 28 Januari 2026.
Komite seleksi menandai: meskipun lokus domisili para pendaftar masih didominasi oleh Jawa, persentase pendaftar domisili Sumatra, Papua, Maluku, Kalimantan, Sulawesi, NTB, serta NTT di 2026 meningkat cukup signifikan.
Kendatipun Sekolah Pemikiran Perempuan menyasar (tapi tak terbatas semata-mata pada) pekerja seni dan budaya, para pendaftar di 2026 ini sebagian besar datang dari institusi pendidikan formal; mahasiswa, dosen, dan guru. Para pendaftar yang bekerja di ruang kesenian dan/atau lokus kebudayaan, secara akumulatif, tidak sebanyak mereka. Selain itu, terdapat pula para pendamping komunitas, aktivis di bidang HAM dan lingkungan, ibu rumah tangga, pekerja formal/informal, beserta freelancer.
Setiap mereka menuliskan gagasan-proyeksi dan menyatakan pengalaman dengan artikulasi yang beragam. Sejumlah pernyataan tampil begitu luwes; beberapa lainnya tampak potensial untuk terus diberi kesempatan berlatih lebih lama. Kami menyadari bahwa kemampuan mengartikulasikan ide, pengalaman tubuh serta kerja-kerja kolaborasi, proyeksi mimpi-mimpi, sangatlah penting dimiliki oleh para puan guna merebut panggung yang saat ini masih didominasi oleh cara pandang maskulin. Inilah–salah satunya–yang kita sama-sama pelajari di Sekolah Pemikiran Perempuan.
Di setiap periodenya, Sekolah Pemikiran Perempuan mengupayakan kehadiran Juru Bahasa Isyarat (JBI) bagi teman-teman tuli. Dengan pertimbangan efektivitas kerja JBI, kami menaruh jumlah 22 sebagai batas maksimal peserta kelas. Akan tetapi, tahun ini kehadiran pendaftar tuli absen. Kami menyadari bahwa ini perlu masuk menjadi salah satu bahan evaluasi Komite Seleksi SPP 2026; guna merancang, kemudian menjalankan strategi yang lebih berefek di tahun depan.
Sementara 2026 berjalan, sebagai gantinya, kami menambah dua kuota. Maka, dari 22 menjadi 24 peserta yang menerima beasiswa belajar ini.
Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pendaftar yang telah mengirimkan lamaran untuk mengikuti Kelas Sekolah Pemikiran Perempuan 2026. Mohon maaf bila Anda belum berkesempatan bergabung karena keterbatasan ruang. Bagi kami, lamaran Anda tetap berarti. Setiap gagasan, pengalaman hidup, dan kerja-kerja yang Anda lakukan adalah bagian dari lanskap pengetahuan perempuan. Karena ruang tumbuh dan jalan belajar tidak selalu linear, kami berharap kita dapat terus berjejaring dengan satu atau lain cara. Anda juga dapat mencoba lagi di tahun berikutnya. Setiap tahun kami memberikan pertimbangan khusus untuk kandidat yang telah melamar di tahun-tahun sebelumnya dan menunjukkan perkembangan atau pun arah baru yang menggairahkan.
Materi belajar SPP yang tersedia untuk publik bisa diakses di situs web dan kanal kami secara gratis, di antaranya:
Rekaman video Etalase Pemikiran Perempuan 2019-2025
Seri Potret Pemikiran Puan (tulisan tentang pemikiran feminis yang kami pelajari di kelas)
Silabus/ daftar bacaan Sekolah Pemikiran Perempuan 2022
Sekali lagi, kami ucapkan selamat bagi peserta terpilih. Sampai jumpa di kelas SPP 2026!
— 30 Januari 2026
Komite Seleksi SPP 2026:
Astrid Reza
Christine Toelle
Dewi Kharisma Michellia
Eka Putri Puisi
Ilda Karwayu
Margareth Ratih Fernandez
Martha Hebi
Naomi Srikandi
Riyana Rizki
Samuel Bonardo
Peserta Sekolah Pemikiran Perempuan Kelas 2026:
Agnesia Monika | NTT/ Yogyakarta | Mahasiswa Musikologi ISI Yogyakarta
Ally Anzi | Depok, Jawa Barat | Pekerja LSM
Angelique Maria Cuaca | Padang, Sumatera Barat | Pegiat Seni Budaya dan HAM
Anita Rushadi Simatupang | Simalungun, Sumatera Utara | Teolog Kristen
Annisa Fitri Yusuf | Pontianak, Kalimantan Barat | Kurator dan Direktur Art Borneo.
Dewi Rahmawati | Tegal, Jawa Tengah | Guru dan Dosen
Emanuella G.A Malonda | Manado, Sulawesi Utara | Paralegal
Fala Pratika | Yogyakarta | Pembuat dan Penonton Film
Fatma Helmalia Saimima | Ambon/ Depok, Jawa Barat | Seniman Teater
Gispa Ferdinanda Warijo | Manokwari/ Jakarta | Periset dan Aktivis
Lala Nurlaela | Bekasi, Jawa Barat | Perupa dan Peneliti Independen
Neng Marlina Efendi | Ketapang, Kalimantan Barat | Penulis dan Pegiat Literasi
Nessa Theo | Yogyakarta | Seniman dan Peneliti
Ni Made Frischa Aswarini | Milwaukee/ Gianyar, Bali | Penyair dan Peneliti Sejarah
Nikmatul Istiqomah | Kairo/ Pati, Jawa Tengah | Mahasiswi Kritik Sastra Arab
Nisa Rizkya Andika | Aceh Besar, Aceh | Seniman Visual
Nurrachma Dinda Chairani | Tanjung Selor, Kalimantan Utara | Koreografer dan MUA
Praditha Blifa Rahayu | Bogor, Jawa Barat | Sutradara Film
Regina Asmuruf | Sorong/ Yogyakarta | Mahasiswa Arsitektur dan Pegiat Literasi
Sekar Tuti | Bandung/ Yogyakarta | Seniman
Shindy Lestari | Jakarta/ Badung, Bali | Fotografer dan Ibu Rumah Tangga
Suci Sulistiani | Lombok Barat, NTB | Pegiat Literasi dan Guru Biologi
Valeria Rahmat | Ruteng, NTT | Pegiat Teater
Wilda Yanti Salam | Makassar, Sulawesi Selatan | Peneliti dan Penulis Pangan

