Komite Kerja Sekolah Pemikiran Perempuan 2024–2025
-

Amalia Sekarjati
Amalia Sekarjati (Sekar) adalah seorang pegiat dan pekerja seni dan budaya, khususnya film. Berawal dari pekerjaannya sebagai publisis dan staf humas untuk kineforum–sebuah bioskop alternatif di Jakarta, Indonesia–ia kemudian banyak terlibat dalam penyelenggaraan acara-acara film. Ia juga pernah bekerja sebagai reporter film dan menjadi bagian dari inisiatif distribusi film. Saat ini, ia fokus melanjutkan petualangannya di bidang pengarsipan setelah menyelesaikan studi formalnya di bidang tersebut.
-

Asri Pratiwi Wulandari (Ulan)
Ulan telah bekerja di industri penerbitan sebagai penerjemah bahasa Jepang, penulis, periset, editor, dsb. Ia menulis Yang Menguar di Gang Mawar (Buku Mojok, 2021). Ulan sedang banyak mengerjakan karya yang merujuk arsip, terutama majalah dan penerbitan yang dikelola perempuan pada masa lalu, serta tulisan-tulisan perempuan tentang penjara. Karya terbaru dan berjalan Ulan di antaranya: antologi tulisan tentang resep-resep di Api Kartini yang akan diterbitkan POST Press, tulisan fiksi terbarunya yang akan terbit di Jurnal Perempuan 121, dan tulisan fiksi yang sedang dikerjakan bersama Kolektif Merawat Ingatan. Karya lain Ulan bisa diintip di velosheraptor.wordpress.com
-

Astrid Reza
Astrid Reza adalah seorang penulis, penerjemah, periset dan sejarawan. Lahir pada tahun 1983, menempuh pendidikan studi sejarah di Universitas Gadjah Mada, dengan fokus studi sejarah perempuan Indonesia dan Magister Kajian Budaya di Sanata Dharma tentang memoir Mia Bustam yang meraih cum laude. Menulis lepas di berbagai media, dari sastra, seni sampai riset sejarah. Telah menerjemahkan berbagai buku bertema sosial, sejarah, feminisme dan sastra. Kerja-kerjanya berbasis riset sejarah dan seni, dalam bentuk pameran dan animasi.
-

Dewi Azizah
Dewi Rosfalianti Azizah (1996) adalah alumni Sekolah Pemikiran Perempuan 2023 dan sedang menempuh pendidikan doktoral di University of Texas at Austin, jurusan Communication Studies. Risetnya fokus pada kajian retorika di isu agama, gender, gerakan sosial di Global Selatan. Kini, ia sedang mengerjakan proyek disertasi tentang feminisme Islam dan subyektivitas retorik perempuan Muslim di Indonesia.
-

Dita K
Dita K adalah seorang praktisi komunikasi yang memiliki fokus amplifikasi isu-isu lingkungan menggunakan media kreatif. Fokus lima tahun terakhir ini adalah mendorong konsep festival yang ramah lingkungan dan ramah sosial di beberapa titik di kabupaten. Selain menjalankan pekerjaan tersebut, ia senang menahan momen-momen dalam jepretan kamera analog.
-

Evy Z
Evy memiliki lebih dari tujuh tahun pengalaman bekerja di sektor organisasi non-pemerintah (NGO), dengan fokus pada komunikasi dan manajemen proyek. Saat ini, ia bekerja lepas sebagai peneliti dan menjabat sebagai Koordinator Riset & Pendidikan di SINDIKASI. Pada 2025, ia terlibat dalam riset mengenai kondisi pekerja ragam gender di ekosistem seni dan kreatif. Di kala senggang, Evy gemar membuat zine bersama kawan-kawan.
-

Fathimah Fildzah Izzati
Seorang fakir ilmu yang tengah menjalani tahun terakhir studi S3 di SOAS University of London. Bersama suaminya yang bekerja di sebuah kedai di London, ia merawat dan mengasihi bayi laki-lakinya yang bernama Barru. Ketika selesai studi nanti, ia akan kembali bekerja sebagai peneliti di BRIN dan menjalankan peran lainnya sebagai editor di dua media alternatif di Indonesia. Selain itu, ia juga ingin kembali berkontribusi untuk Sekolah Pemikiran Perempuan, kolektif para penyihir, kesayangannya. Adapun beberapa tulisannya bisa dilihat di https//linktr.ee/fathimahfildzahizzati.
-

Himas Nur
Himas Nur (she/her) mengartikulasikan emosi dan ekspresi estetik-politiknya melalui ragam tulisan dan bahasa pemanggungan. Karya-karyanya dekat dengan artivisme kwir, interseksionalitas, keadilan buruh, dan perawatan kolektif. Buku tunggalnya berjudul “Menjelajahi Diri, Memeluk Intimasi: Kajian Panseksualitas di Indonesia” (2023). Himas menyelesaikan program magister di Kajian Budaya dan Media, Universitas Gadjah Mada. Ia juga merupakan alumni Kelas Sekolah Pemikiran Perempuan 2023. Kini ia mengajar di Program Studi Film dan Televisi, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Himas mengampu beberapa mata kuliah seperti Kajian Film, Festival dan Kuratorial, Dokumenter Etnografis, Etika Seni, serta Kebudayaan Nusantara.
-

Ilda Karwayu
Ilda Karwayu menulis puisi, fiksi, dan non-fiksi. Buku puisinya Binatang Kesepian dalam Tubuhmu (GPU, 2020) masuk nomine Penghargaan Sastra Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Tahun 2022. Aktif berkegiatan di Komunitas Akarpohon Mataram dan Sekolah Pemikiran Perempuan (SPP). 2025 lalu, bersama 12 penyair perempuan NTB lainnya, menerbitkan Himpunan Puisi Penyair Perempuan NTB Vol.2: Memasuki Ladang (Akarpohon, 2025).
-
Intan Paramaditha
Intan Paramaditha adalah seorang penulis dan akademisi. Salah satu pendiri Sekolah Pemikiran Perempuan, ia terlibat merancang kurikulum kelas dan kerangka pengetahuan di SPP. Ia meraih Ph.D. dari New York University dan bekerja sebagai dosen Kajian Media di Macquarie University, Sydney. Karya-karya sastranya telah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa. Kumpulan cerpennya, Apple and Knife, terpilih ke dalam Vintage Classics Weird Girls series. Novelnya Malam Seribu Jahanam (Night of a Thousand Hells) terbit tahun ini di Inggris, Amerika, dan Italia. Ia tengah mengerjakan proyek fiksi dan akademik tentang pemikiran feminisme dekolonial.
-

Lisabona Rahman
Lisabona Rahman ikut mendirikan Sekolah Pemikiran Perempuan pada 2018. Ketika mahasiswa pada pertengahan 1990-an di Indonesia, ia aktif menerjemahkan komik Jepang dan dokumen advokasi pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Lisabona juga terlibat dalam kegiatan seni dan film yang beririsan dengan aktivisme feminis dan HAM. Ia bekerja bersama pematung Dolorosa Sinaga, Q Film Festival, Festival Ungu dan Komnas Perempuan. Sejak 2006, Lisabona fokus pada manajemen program sinema di Kineforum Dewan Kesenian Jakarta. Ia lebih lanjut memilih spesialisasi pelestarian dan restorasi film. Lisabona adalah anggota asosiasi arsiparis audiovisual Asia Tenggara-Pasifik, kolektif Kelas Liarsip dan sejak 2025 menjadi koordinator pelatihan di Federasi Arsip Film Internasional (FIAF).
-
Lusiana
Saya adalah seorang pekerja seni tekstil dengan gelar Magister dari Sekolah Pascasarjana Institut Kesenian Jakarta. Saya tertarik pada isu-isu lingkungan dan reproduksi pengetahuan di ruang domestik menggunakan kriya rumahan sebagai bahasa ekspresi. Saya tertarik pada bagaimana benda-benda rumah tangga buatan tangan dapat menciptakan peluang untuk hubungan yang lebih dalam antara manusia dan indra mereka (ruang, kesejahteraan, identitas, akar).
Beberapa penghargaan yang pernah saya peroleh: Good Design Award 2018 di Jepang, kompetisi cerpen Maybank "Weaving Tales" dari ASEAN Foundation 2021. Aktivitas program residensi di Lembata, Sumba, Kepulauan Riau dan pameran tunggal di Goethehaus Foyer pada tahun 2023. -

Margareth Ratih Fernandez
Editor lepas yang bekerja untuk beberapa penerbit dan media daring. Berturut-turut pada 2024-2025, Ratih menjadi salah satu kurator Makassar International Writer Festival.
-

Martha Hebi
Martha Hebi, perempuan kelahiran Waingapu, Sumba Timur adalah alumni Institut Teknologi Yogyakarta. Dia adalah salah satu pendiri Solidaritas Perempuan dan Anak (SOPAN) Sumba pada tahun 2005. Hingga saat ini dia mengabdikan dirinya sebagai relawan SOPAN. Martha adalah alumni Sekolah Pemikiran Perempuan (SPP) tahun 2022. Dia terlibat aktif dalam pengelolaan dan pengorganisasiankegiatan kegiatan SPP.
Martha memiliki ketertarikan pada isu-isu sosial. Sejak tahun 2003 berkarya dalam dunia pemberdayaan masyarakat di Pulau Sumba. Kecintaannya pada dunia seni budaya sangat membantunya untuk menyuarakan isu ketidakadilan sosial dan autokiritik terhadap tradisi patriarki seperti diskriminasi terhadap perempuan, penyandang disabilitas, praktik kawin tangkap, kawin anak, perbudakan tradisional, diskriminasi terhadap penghayat Marapu. Dia menuangkan lewat tulisan, esai, puisi, cerpen, monolog. Dia terlibat dalam pementasan serta menyutradarai beberapa pertunjukan.
Martha konsisten untuk melakukan penelitian sosial dan menulis. Martha menulis naskah monolog berbasis riset dan sebagai sutradara pementasannya. Untuk memperkuat kapasitas penelitian dan menambah pengetahuan global, Martha melanjutkan studinya di Program Studi Kajian Gender Universitas Indonesia. -

Naomi Srikandi
Naomi Srikandi adalah pekerja seni yang menggunakan estetika sebagai kerangka kerja untuk melacak timbal balik antara gambar, suara, bahasa sehari-hari dengan politik. Ia menempuh pendidikan tinggi di Fisipol UGM, Yogyakarta, serta pernah menjadi seniman mukim, pengelola program, dan rekanan direktur artistik Teater Garasi/GPI. Selain menggelar karya di berbagai perhelatan seni, ia menjalani sejumlah residensi seni di Asia dan Eropa, antara lain di Hooyong Performing Arts Center, Wonju, dan DasArts Master School of Theater, Amsterdam. Sejak 2017, ia secara kolektif mendirikan dan mengelola Peretas dan SPP untuk bergerak melalui dan menuju politik solidaritas feminis yang interseksional.
-

Putu Sridiniari
Putu Sridiniari adalah seorang peneliti dan kurator yang tinggal di Bali dan Yogyakarta. Praktiknya mencakup seni visual dan penelitian arsip, dengan fokus pada dinamika gambar serta kondisi sosio-politik yang melatarbelakangi produksi, sirkulasi, dan publikasi karya seni. Sebelumnya, ia pernah bekerja sebagai asisten dosen di Program Studi Desain Komunikasi Visual di Universitas Pelita Harapan, sebelum melanjutkan studinya di bidang Studi Budaya di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.
Sebagai kurator, ia telah menjadi bagian dari tim kuratorial untuk proyek dan pameran termasuk Masa Subur (Karja Art Space, 2018), Kiwari (Museum Tumurun, 2023), dan kini FOTOBali Festival (2026). Ia pernah menyampaikan presentasi di platform internasional seperti Bienal de São Paulo ke-36 (Brasil), SALT Galata (Istanbul), dan China Academy of Art (Hangzhou). Ia terpilih sebagai peserta Sekolah Pemikiran Perempuan (2022) dan Program Intensif Kuratorial Independent Curators International (ICI) di Bali-Yogyakarta (2024).
-

Rhema Wijaya
Rhema Wijaya adalah seorang praktisi komunikasi yang berkecimpung pada isu-isu lingkungan, pembangunan berkelanjutan, dan konservasi. Rhema baru saja menyelesaikan studinya di Master of Environmental Management & Development di Australian National University (ANU). Risetnya mendalami mengenai tantangan politik dan resiliensi organisasi masyarakat sipil (CSO) di tengah kemunduran demokrasi yang terjadi di secara lokal dan global. Untuk melepas penat, Rhema gemar memasak dan mengumpulkan meme untuk dibagikan kembali ke teman-temannya.
-

Tyassanti Kusumo Dewanti
Tyassanti Kusumo Dewanti menekuni studi material warisan budaya dan tulisan kuno semenjak studi sarjananya di Arkeologi Universitas Gadjah Mada (2019) dan studi master dari École Pratique des Hautes Études-PSL (2022), dengan dukungan beasiswa dari proyek DHARMA. Melalui beasiswa kelas Sekolah Pemikiran Perempuan yang didapatnya pada 2023, ia tertarik untuk menelisik kerja-kerja keperawatan yang kerap tak terlihat, termasuk pengarsipan dokumen dan pencatatan proses karya sebagai warisan material para puan dan kelompok rentan lainnya. Saat ini berdomisili di Surakarta sebagai peneliti, editor, dan kurator. Ia dapat dihubungi melalui email: tyassantikd@gmail.com.
-

Yuli Riswati
Yuli Riswati adalah penulis, fotografer, aktivis buruh migran dan pewarta warga. Saat ini ia aktif menjadi relawan Peduli Buruh Migran, Beranda Migran dan Koordinasi Purna Pekerja Migran (KOPPMI), tim redaksi di Perempuan Berkisah dan kontributor Marsinah.id.

